Rabu, 03 Juni 2020

Tenis Meja (Table Tennis)





Tenis meja, atau ping pong, ialah satu olahraga raket yang dimainkan oleh 2 orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang bersimpangan. Di Republik Rakyat Tiongkok, nama sah olahraga ini adalah "bola ping pong" (Tionghoa: 乒乓; Pinyin: pīngpāng qiú). Permainan ini memakai raket yang dibuat dari papan kayu yang dilapis karet yang umum disebutkan bet, satu bola pingpong serta lapangan permainan yang berupa meja. Induk Olahraga tenis meja di Indonesia ialah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Semua Indonesia)[1] serta di dunia ialah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya capai 140 negara serta PTMSI tertera untuk Anggota ITTF semenjak tahun 1961.

Tenis meja dibikin di Inggris seputar era ke-19, dimana dimainkan oleh orang kelas atas untuk permainan indoor sesudah makan malam. Tenis meja memiliki beberapa nama, diantaranya "whiff whaff", serta dianjurkan jika permainannya pertama-tama ditingkatkan oleh tentara Inggris di India atau Afrika Selatan, dimana mereka membawanya kembali pada Inggris. Sebaris buku diatur ditengah-tengah meja untuk net, dimana dua bukunya berperan untuk memukul bola golf. Nama "ping-pong" dipakai sebagian besar negara sebelum perusahaan Inggris J. Jaques & Son Ltd membuatnya brand dagang di tahun 1901. Nama "ping-pong" selanjutnya semakin dipakai untuk permainan yang dimainkan perlengkapan Jaques, dengan perusahaan lain mengatakan tenis meja. Keadaan yang sama berlangsung di Amerika Serikat, dimana Jaques jual hak nama "ping-pong" pada Parker Brothers. Parker Brothers lalu membuatnya brand dagang tahun 1920-an, membuat organisasi yang lain mengganti nama jadi "tenis meja" dibandingkan memakai nama yang semakin umum, tetapi dengan brand dagang.

Pengembangan besar selanjutnya dilaksanakan oleh James W.Gibb, pencinta tenis meja, yang mendapatkan bola seluloid diperjalanan ke arah AS tahun 1901 serta menurut dia pas untuk permainan. Ini diiringi E.C. Goode yang, di tahun yang sama, membuat versus kekinian dari raket dengan menempatkan selembar karet yang dikasih bintik, ke kayu yang telah diasah. Tenis meja mulai populer di tahun 1901 dikarenakan kompetisi yang dibikin, buku yang tuliskan mengenai tenis meja, serta kejuaraan dunia tidak sah di tahun 1902. Pada awal 1900an, permainan ini dilarang di Russia sebab penguasa pada saat itu yakin jika mainkan tenis meja mempunyai dampak yang jelek pada pandangan pemain

Tahun 1921, Perkumpulan Tenis Meja (TTA) dibikin di Inggris, serta diiringi Asosiasi Tenis Meja Internasional (ITTF) di tahun 1926. London jadi tuan-rumah Kejuaraan Dunia sah pertama tahun 1926. Tahun 1933, Perkumpulan Tenis Meja Amerika Serikat, saat ini disebutkan, Tenis Meja Amerika, dibuat.

Tahun 1930, Edgar Snow memberi komentar di Red Star Over China jika faksi Komunis di Perang Saudara China memiliki "keinginan untuk Tenis Meja asal Inggris" yang menurut dia "ganjil".

Tahun 1950an, raket yang memakai lembaran karet dikombinasi dengan lapaisan spons di dasarnya mengganti permainan dengan cara menegangkan, tingkatkan kecepatan serta rotasi bola. Ini dikenalkan perusahaan alat olahraga Inggris S.W. Hancock Ltd. Pemakaian lem cepat bisa tingkatkan kecepatan serta rotasi semakin jauh, yang membuahkan perkembangan perlengkapan untuk "turunkan kecepatan permainannya". Tenis meja dikenalkan untuk cabang Olimpiade di tahun 1988.